Showing posts with label Phenomene. Show all posts
Showing posts with label Phenomene. Show all posts

Monday, 7 July 2014

PILPRES 2014 Itu Gimana Sih?

Tahun 2014 merupakan tahun politik Indonesia, dimana acara rutin 5 tahunan itu diselenggarakan. Nah, ramainya orang-orang Indonesia membicarakan politik (khususnya pilpres) baik secara langsung atau bertatap muka dengan lawan bicara, ataupun membicarakannya di media sosial seperti Facebook dan Twitter yang sudah kita kenal dengan baik. Oh iya, ada juga sebagian masyarakat Indonesia yang 'membicarakan' pendapatnya tentang pilpres tahun ini di blog mereka :)

Politik kb menurut KBBI bermakna : hal-hal yang berkenaan dengan tata negara; urusan yang mencakup siasat dalam pemerintahan negara atau terhadap negara lain; cara bertindak; taktik.

Setidaknya sudah ada 5 debat yang diselenggarakan oleh KPU baik itu capres-cawepres, capres sendiri, ataupun cawapres sendiri. Pertanyaan saya, apa ya debat itu ngaruh? Mungkin nggak sih masyarakat Indonesia (yang sudah berhak memilih) berubah haluan, dari yang tadinya pilih no.1 jadi pilih no.2 dan sebaliknya?

Friday, 13 June 2014

Trend-Trend Kreatif Orang Indonesia di Twitter

Hey amigos!

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar "Twitter"?
Media sosial? Ya.
Situs mikroblogging? Bisa jadi.
Tempat eksis diri di dunia maya? Ya, bisa jadi.
Lah, ini kok kayak yang di SCTV itu hm.. Jadi, di zaman yang sudah berkembang sedemikian pesatnya ini pasti banyak alat-alat canggih yang bisa memudahkan manusia. Tidak terkecuali media sosial, bahkan banyak penduduk di belahan dunia manapun menggunakan media sosial sebagai sarana bagi mereka untuk dengan mudah berkomunikasi secara cepat, efisien, dan murah. Meskipun tidak semuanya, bagi mereka-mereka yang masih erat memegang erat budaya nenek moyangnya dan tidak mau berinteraksi dengan teknologi bisa jadi mereka tidak mengenal apa itu media sosial (Facebook, Twitter, Instagram, etc).

Saya baru 2 tahun berkecimpung di dalam dunia pen-Twitter-an, tapi sudah pernah merasakan asam manis pahitnya menjadi anak Twitter /ceilah/ Mulai dari sepasang kekasih yang bermesra-mesraan di linimasa saya, spamming, dan lain-lain. Okay, kalau spamming masih wajarlah.. tapi kalau dua orang lagi bermesra-mesraan di linimasa saya? Sakit euy lo liat nggak sih gue jomblo <//3

Dan selama 2 tahun itu pula saya menjadi pengamat amatir dunia pen-Twitter-an. Ada trend-trend yang diciptakan oleh pengguna Twitter Indonesia yang kreatif, apa diantaranya?

Thursday, 24 April 2014

Persoalan Hidup Anak Kost

Hidup jauh dari orangtua memang susah, nggak ada yang ngingetin makan, tidur, sholat, mandi *mblo cari pacar mblo :3* . Paling mentok ya mama/papa sms ngingetin itu, tapi ya kadang sih. Sebagai anak kost kita dituntut mandiri, iya apa-apa sendiri. Makan-makan sendiri, masak-masak sendiri, cuci-cuci sendiri *nyanyi*

Harus bisa menjaga amanah orangtua, sekolah yang bener, dan lain-lain yang bener supaya duit yang orangtua keluarin buat kita nggak percuma. Lah kita? Makanya kasian anak kost kalau makan nggak ada yang nyuapin..


Terlepas dari itu semua, anak-anak kost yang hidup jauh di perantauan pasti mengalami persoalan - persoalan yang sama kayak gini (survey berdasarkan pengamatan sotoy gue) Brace yourself!



Tuesday, 24 December 2013

Banjir oh Banjir..

Belakangan ini kita sering melihat televisi-televisi gemar menayangkan tayangan banjir. Bahkan setiap hari media massa menayangkan lebih dari satu kali tayangan banjir. Setiap tahun banjir mengobrak-abrik ibukota Indonesia, Jakarta. Hal ini dikarenakan minimnya kesadaran masyarakat akan lingkungannya. Sayang sekali lingkungan yang indah itu dirusak oleh tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab, kan? Apalagi jika lingkungan tersebut sudah kotor, tidak terawat malah di’rusak’ lagi. Miris. Nah, siapa yang bertanggung jawab atas bencana banjir yang melanda beberapa daerah di Indonesia ini? Pemerintah kah? Masyarakat kah? Alam?
\
 sumber : google.com

Bahkan orang dewasa pun banyak yang senang membuang sampah di sungai. Perhatikan saja di sungai-sungai. Tidak menyadari (atau tidak peduli?), kalau tindakannya merusak ekosistem, tatanan kota/desa, melanggar hukum.