Showing posts with label Story of My Life. Show all posts
Showing posts with label Story of My Life. Show all posts

Wednesday, 23 December 2015

Top 10 My Brother Favorite Movies

Menulis adalah kerja untuk keabadian. Dengan menulis, manusia bisa mengingat kejadian - kejadian, perasaan, cerita yang ia alami. I write this because I want my brother become immortal, in my heart.

Moh. Iqbal Hari Nugraha, ia sangat suka menonton film. Terakhir kali aku bilang padanya, "Dek, ayo liburan semester nonton Boruto the Movie di NSC." tapi nggak kesampaian. So here it is, Iqbal's favorite movies :

1. Suck Seed


Kisah Ped, Kao, dan Ex yang selalu sial. Mulai dari bermain ice skating, kartu, rollerblade, hingga berujung dengan membuat band. Perjalanan mereka bertiga ini tidak berjalan mulus untuk mewujudkan band mereka, diwarnai dengan cinta segitiga antara Ped, Kao, dan Ern.

Suck Seed merupakan film romance-comedy, adek nggak pernah bosen nonton film satu ini. Kocak abis! Selalu minta nonton lagi, nonton lagi. Gara-gara film ini juga, adek mulai tertarik sama alat musik. Alat musik pertamanya itu ukulele.

Adek suka semua scene di film Suck Seed, bahkan soundtrack-nya pun hafal. Meskipun omongannya belepotan, his favorite Suck Seed's OST is Toom Yoo Nai Jai.

Monday, 23 February 2015

Bundesrepublik Deutchland : Overseas Teacher and My Dream



Today, there's a teacher (or volunteer) who tell us about her hometown, Münster-Deutchland. She came to Indonesia to study Bahasa Indonesia under the auspices of AIESEC. According to Wikipedia, AIESEC is an international non-govermental not-for-profit organization that provides young people with leadership development and cross-cultural global internship and volunteer exchange experiences across the globe, with a focus to empower young people so they can make a positive impact on society. So, after they back home, there are more value for them that can't be explained and very useful for their social life, interaction with locals, learn become a leader.

The teacher's name is Teressa. Miss Teressa do her presentation about Bundesrepublik Deutchland or Germany (Hamburg, Berlin, Bayern, Brandenburg, Hessen, Saarland, etc), top 5 hobbies (cycling, game, shopping, go to party, playing sudoku), animals in Germany (deers, squirel, rabbit, etc), the difference beetween North and South, and many more. Unfortunately, I can't remember any details from her presentation. Sorry mate~~ But, it was so fun.

After she finished her presentation, finally, Q & A session!

Me : what is the best way to explore Deutchland except cycling?
Her : for study or holiday?
Me : study
Her : I think you better choose Netherland was wes wos wes... you can go to another city in Europe by subway easily.

Damar : how is Jewish reaction after Adolf Hitler do that (at world war II)? (no, I'm not racist btw)
Her : the town atmosphere were condusive and we keep respect to the others, because Deutchland is a country with religion diversity, culture.

Nabila : how we can get Germany scholarship because it's to difficult to browse it?
Her : I don't know

Ira : Can you speak a little of Deutch?
Her : was wes wos wes wos... (not understand, sorry)

Sage : Do you know Jember Fashion Carnival?
Her : I don't really know, but it's like parade held on August, right? In Münster, some little girl dress up beautifully to go to carnival.

And I was so happy Miss Teressa sang a Deutchland's folk song. But, the sadness clearly painted on her eyes. She told us that sometimes she shy to born in Deutchland. It's about Adolf Hitler, which sparked Nazism. He also spread world war and over millions people died.

Wednesday, 14 January 2015

4 Hal Ini yang Dirasain Anak Kos Saat Awal Bulan

Ada bahagia sederhana yang dirasakan setiap orang pada hari - harinya, baik itu ibu rumah tangga, anak sekolah, karyawan kantoran, guru, bahkan anak kos. Mereka selalu diidentikkan dengan Indomie, yaitu makanan wajib yang nggak boleh dilewatkan, padahal yaa nggak juga :D

Meskipun jauh dari orangtua, tapi anak kos nggak boleh lepas dari tanggung jawabnya dan menghadapi persoalan yang ada. Dan ini dia yang dirasakan anak kos pada awal bulan...

Wednesday, 3 December 2014

Lagu Nasional Indonesia Paling Menyeramkan

Alkisah di suatu hari, seorang gadis, sebut saja namanya Firdausa sedang berjalan menyusuri jalan beraspal. Ia sangat kelelahan, bisa dilihat dari peluh yang mengucur deras dari wajahnya. Tes.. Tes.. Peluh itu berjatuhan, ia mengelap wajahnya dengan tissue disaku yang ia punya.

Sampai setengah jalan, Firdausa mendengar sebuah lagu...

Padamu negeri~~ kami  berjanji~~~

Ia terlihat takut, harap - harap cemas.

Padamu negeri~~ kami berbakti~~

Ia mempercepat langkah kakinya dan berdoa tidak ada sesuatu yang buruk terjadi.

Padamu negeri~~ kami mengabdi~~
Bagimu negeri~~  jiwa raga kami~~

Thursday, 16 October 2014

Masih Banyak Orang Baik

Gue percaya populasi orang baik di Bumi ini masih banyak. Mereka yang nggak makan jatah uang rakyat buat kantong pribadi, mereka yang mendidik anak-anak pedalaman supaya bisa dapetin pendidikan yang layak, ya, walaupun gajinya nggak seberapa dan medan yang ditempuh untuk sampai ke sekolah sangat susah. Masih banyak peran orang baik yang dapet dijadikan pelajaran untuk kehidupan sekarang atau yang akan datang.

Sore tadi berdua sama Gita ke RoxyMall buat beli sesuatu, sempet ngerasa bodo banget soalnya muter-muter cari pintu masuk parkir. Eh udah di parkiran, kita masuk ke Roxy. Liat-liat boneka, sepatu, baju-baju, bawaannya pengen beli semua...tapi apadaya, dompet aja nggak bawa gaes! Sekedar windowshopping sambil ngilangin bosen, nah kita masuk stand House-ware, disitu banyak gelas-gelas kaca, bunga plastik, dll.

Ada lampu home made lucu banget, kapnya doraemon. Gue ambil aja tuh.. Tiba-tiba

.
.
.
.
.
"PRAAAANG!"


Sunday, 21 September 2014

6 Tips Survive Jitu Anak Kost buat Menghemat Budget Bulanan

ANAK KOST MANA SUARANYA NIIIIIIH? *auwoooouwooooo* /muncul dalam episode Kera Sakti

Hidup jauh orangtua kadang emang enak nggak enak, bro sis! Enaknya nggak di omelin mama tiap pagi :D nggak enaknya pas akhir bulan, liat uang 500 perak 10 biji aja udah bersyukur banget. Anak kost pasti tau lah suka-duka nge-kost itu gimana, kayak yang aku bahas nih di postingan yang ini. Yaaa, kenapa bahas anak kost mulu sih? Karena aku anak gembala selalu riang serta gembira, aku anak kost juga jadi bisa ngerasain nasib-nasib anak kost di seluruh Bumi. #SaveAnakKost

Nah, uang merupakan komponen terpenting umat manusia untuk melakukan kegiatan perekonomian. Sebagai pelajar, kebutuhan sehari-hari banyak banget buat beli ini itu. Beli buku paket, biaya pacaran, ngantin, bensin, dsb.. Tapi, anak kost kudu ati-ati sama euphoria berlebihan yang bikin terkurasnya uang di kantong.

Makanya, melakukan hal dibawah ini sangat penting dikerjain buat menghemat budget bulanan-->

Wednesday, 27 August 2014

Dear Kevin Anggara, Isi E-mail dari Peradaban Masa Lalu



Kevin Anggara, remaja yang sanggup mengolah dan mengasah bakat apa-apa saja yang ada di dalam dirinya. Sehingga, dia dikenal baik di media sosial maupun kehidupan nyata sebagai penulis buku, rilis video kocak-absurd-nasehat di instagram, a full time blogger yang juga merangkap sebagai siswa kelas 12 SMA Santo Leo.

Nah, besok itu aku UH Matematika, tentang Program Linier. Padahal pelajaran itu (kalo di kurikulum 2006) diajarin pas kelas 12 di bab 2. Hahaha. Bosen ngutak-atik buku akhirnya obrak-abrik isi email dari jaman-jaman baheula. Judul postingan “Dear Kevin Anggara, Isi E-mail dari Peradaban Masa Lalu” sebenernya agak berlebihan di kata "peradaban masa lalu" -_- tapi biarlah..

Isi e-mailnya/? check

Thursday, 24 April 2014

Persoalan Hidup Anak Kost

Hidup jauh dari orangtua memang susah, nggak ada yang ngingetin makan, tidur, sholat, mandi *mblo cari pacar mblo :3* . Paling mentok ya mama/papa sms ngingetin itu, tapi ya kadang sih. Sebagai anak kost kita dituntut mandiri, iya apa-apa sendiri. Makan-makan sendiri, masak-masak sendiri, cuci-cuci sendiri *nyanyi*

Harus bisa menjaga amanah orangtua, sekolah yang bener, dan lain-lain yang bener supaya duit yang orangtua keluarin buat kita nggak percuma. Lah kita? Makanya kasian anak kost kalau makan nggak ada yang nyuapin..


Terlepas dari itu semua, anak-anak kost yang hidup jauh di perantauan pasti mengalami persoalan - persoalan yang sama kayak gini (survey berdasarkan pengamatan sotoy gue) Brace yourself!



Wednesday, 16 April 2014

I Don't Wanna Grow Old


         Seiring bertambahnya usia kita, waktu untuk merasakan secercah bahagia sangat tidak mudah. Setidaknya bagi saya, kebahagiaan yang saya rasakan kini merupakan hasil pencarian ‘naluri’ hati. Contohnya : berkumpul bersama teman sesama ekstrakurikuler Merpati Putih di SMAN 1 Jember dan sebagian teman yang saya memang benar-benar nyaman untuk berbagi rasa. Mengapa hanya sebagian teman? Ya, I can’t talk with people who have different topic and interest with me, surely. Sedih sih iya, but I can’t change myself. Tapi disini maksudnya bukan berarti saya orangnya introvert banget dan nggak peduli dengan dunia luar.
         Seperti layaknya remaja pada umumnya, saya juga nggak bisa jauh-jauh sama yang namanya handphone, laptop, internet, social media! Ya karena kan sekarang zamannya canggih banget, sehari aja nggak megang hp/smartphone udah berasa kehilangan informasi yang berharga. Jadi gelagapan, oh where’s my smartphone?
         Dunia memang sudah mengubah kita menjadi anak-anak digital dan menciptakan generasi digital. Bayangkan, batita pun juga doyan memakai iPhone. Tidak salah memang, itu merupakan suatu kemajuan pesat yang diciptakan manusia untuk era yang lebih baik, katanya.
         That’s.. quite different with my childhood, tahun 2004 saya kelas 1 SD. TK-nya tiga tahun -_-) nah, hal-hal yang membuat masa kecil saya bahagia adalah *jengjeng*
1.   Teletubbies

“Berpelukaaan”. Itu kata yang paling saya ingat dari Teletubbies. Teletubbies sendiri benggotakan Tinky Winky, Dipsy, Lala, dan Po yang super duperrrr gemesin banget  minta dipeluk. Paling suka Po, unyu gitu mungil hahaha.
2.   Belajar Bersepeda

Sunday, 30 March 2014

Relationship and Lifestyle

         I never made serious relationship with someone before, especially a boy that I never/ever met. I never had a special relationship with a boy. But, I have a serious relationship with God who I believe in. I have serious relationship with my parents, cousin, nephew, grandmother and I call them as my family.
         From June, 19th 1998 I was a single cute baby ‘till now but I’m not a baby anymore. Don’t judge, but I’m normal. I ever fall in love for the first time at elementary school when I was at 5th grade, his name is Ba**s Ami** blablabla and I never want to erase my memories about him =)) make relationship with a boy is a sacral way, for me.
         I like blogging, I like to talk with strangers users at Skype, I like chatting with strangers at Omegle, I like to spend too much time to check my acc social media like Facebook and Twitter. And from Facebook (thank you so much Mark Zuckerberg :D) I knew some Facebook users.
         Someday, I met Facebook users and I was shock because of they were at the same Senior High School with me huuuuu. Not because I hate them, no! I fell very speechless and didn’t know what I do at that time. And yeah, #Galau.


         Sometime, social media change people’s lifestyle. Example: before we know internet, if we fell hungry automatically our mind like speak ‘go to the kitchen or cafe, just eat the foods.’ After we know internet, if we fell hungry, we are busy to update our social media and make a tweet/status ‘lapaaaar L di kulkas nggak ada makanan huuuu #galau’
        The other example…
*chatting Fb*
A : hey. You are MS1 student, right?
B : yeah..
A : I have a presentation file from Mrs. Ramli and I will send it to you. Wait for a minute
B : Ok thank you, btw blablabla
Nah, two Facebook users above were talk to each other (actually ‘chat’ or ‘type’ ?) see? have you ever feel something like that?
////*skip*\\\\

Someday, I do my homework, finally 7 days are full of homework! Books everywhere errrrr and I fell have a special relationship with books. Then, I changed my Facebook relationship from ‘single’ to ‘in a relationship’ ... with books :3
Ok, relationship? I’m single happy precious girl and believe me, I never want to join a group IJO LUMUT (Ikatan Jomblo Lucu dan Imut -_-) NEVER!
Someday, I will find a boy that give me a warmness; teach me like a teacher; sing songs for me as her wife; share about our past, our future, our dreams; travel the world with me; and .... :D

Cheers,

Firdausa, a single happy precious SHS student.

PS : gambar nyomot di beranda FB, hehe.

Thursday, 20 March 2014

Free Time

Halo berjumpa lagi dengan pemilik blog ini, setelah lama nggak posting gara-gara banyak tugas. Maafkan akuh yaa (alasan mulu ah lo nyet—“) Oke, di malam Jum'at ini gue lagi ketawa nggak jelas di kamar. Sendirian. Iya sendirian. Huft.. Itu semua karena abis baca postingan bejat-nya bang Siluman Capung or well known as Yoga Cahya Putrrrrra. (ini bukan typo, emang sengaja nulis gitu. Maafkan aku kakak /.\ )
         Mulai tanggal 17 Maret kemarin, gue libur sekolah gara-gara anak kelas 12 TO kabupaten *drumroll*. Tapi the kampret things itu, tepatnya Kamis 20 Maret 2014 dan Sabtu 29 Maret sekolah malah masuk. Sebagai pelajar yang baik, rajin, dan tentunya rajin menabung, gue masuk sekolah dong. Dengan mata yang dipaksain melek dan jiwa yang masih belum sepenuhnya terkumpul, gue mandi-sholat-pake seragam almamater-sarapan-berangkat sekolah. IYA GUE BERANGKAT SEKOLAHNYA JAM 5!

Sunday, 9 March 2014

[When I Was At JHS 2010 - 2013] 4 GURU FAVORIT SMP

          Hola ^^ masa putih biru-biru sampai detik ini masih terngiang-ngiang di otak gue. Entah di SMA belum bener ngerasain momen-momen unforgotable yang seindah masa JHS, entar kuliah juga kangen masa putih abu-abu :’( di SMP gue ada beberapa guru yang ‘nyentrik’ dan guru-guru favorit dan itu adalah *jengjeng*
Guru TerIslami
Beliau adalah Ibu Eni Luthfiana, mengajar mapel Matematika di kelas 8 dan kelas 9. Beuh nggak bosen deh kalo yang ngajar bu Luthfi, Matematika, yang katanya pelajaran paling nyebelin- 2 jam bisa nggak terasa. Soalnya yanh emang gitu, asyik. Kenapa Ibu Eni Luthfiana ini dinobatin guru terIslami, versi gue? Karena seragam yang beliau kenakan setiap mengajar tuh Islami banget, yah untungnya sih beliau kalo ngajar nggak pake cadar :D

Guru ‘Sahabat Koran’
Wuehehe entah ini namanya kok.. (?) guru ini enak banget hidupnya, pas masuk kelas gue enak aja nyuruh anak sekelas ngerjakan LKS sedangkan beliau di luar baca koran sambil mengepulkan asap rokok. Gue enjoy aja sih sama guru tipe beginian, soalnya sekelas bisa rame ahaha. MERDEKA TJOY

Guru Gaul

Thursday, 13 February 2014

Sekolah, Kurikulum, dan Impian

SMAN 1 Jember, tampak depan.
Apa yang ada dipikiran kalian tentang sekolah?
Tempat yang harus kita tuju setiap pagi dalam 6 hari seminggu berangkat dalam keadaan ngantuk dan pagi-pagi buta?
Tempat terasyik membangun cita dan cinta?
Atau hanya tempat buat numpang popularitas bagi sebagian siswa?
Oke. Menurut gue, sekolah itu ya tempat pelajar-pelajar menuntut ilmu yang bermanfaat banget terutama bagi diri sendiri. Syukur-syukur kalo ilmunya juga bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa. Sekolah bukan hanya sekedar menuntut ilmu alam, ilmu sosial, dan ilmu agama. Tetapi juga belajar tentang arti bagaimana bersosialisasi, beradaptasi, dan bagaimana seharusnya menjalani hidup. Bersosialisasi disini bukan hanya dengan teman sekelas saja, melainkan dengan teman-teman di kelas lain. Hal yang paling susah itu beradaptasi, cara kita bagaimana dengan cepat menyesuaikan lingkungan sekolah dengan suasana baru yang berbeda dengan SMP. Ada orang yang sangat cepat beradaptasi, tapi gue beda banget. Gue orangnya susah beradaptasi, bahkan dengan teman sekelas. Lebih banyak diemnya daripada ngomongnya. Tapi itu dulu, sekarang nggak lagi dong J di sekolah kita dididik untuk menjadi manusia yang religius, patuh terhadap orangtua dan guru-guru/dosen, mengamalkan Pancasila dan UUD 1945. Let’s do the best!
Seharusnya kita semua layak bersyukur karena diberi kesempatan untuk bersekolah. Bayangkan anak-anak yang terlantar gara-gara nggak sekolah, mungkin alasan klasiknya nggak ada biaya. Mereka ada yang mencari tumput gajah untuk pakan ternaknya, mengamen, dan lain-lain. Miris. Kasihan.

Wednesday, 29 January 2014

LIGA SMASA 2014

         Di  sela-sela jam pelajaran terakhir, ESP, ku buka halaman per halaman novel tebal yang baru saja aku pinjam dari perpustakaan sekolah. Sampulnya berwarna coklat, karya A. Fuadi, “Negeri 5 Menara”. Ku baca dengan sangat antusias sekali.
         Aku mulai kegerahan. Tapi dua kipas angin yang terpasang di atap langit kelasku seolah tak mampu menyejukkan suasana maupun badanku. Aku tutup novel tersebut dan menoleh ke arah jam dinding berbentuk bulat berwarna putih itu. Jarum jam masih menunjukkan pukul 12:00. Ah, jam pelajaran terakhir ini yang membuat saya harus menahan kantuk luar biasa hebatnya. Ekonomi.
         Dari arah kaca kelas, aku melihat seorang berjalan menuju ke arah kelasku, X-Social. Usianya mungkin sudah lebih dari 50 tahun, memakai kerudung putih yang disematkan bros, berkacamata, jalannya agak pelan. Sejurus kemudian, beliau masuk ke kelas dan memberi salam. Salah seorang teman saya, Aditya R.P, mengambil viewer ke ruang multimedia untuk presentasi kelompok 1 tanpa disuruh lagi. Kebetulan, aku dan kawan-kawan kebagian mempresentasikan materi tentang BANK. Alhamdulillah, presentasi berjalan dengan lancar dan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaannya.
         Tak terasa lagu Bangun Pemudi-Pemuda terdengar dari loudspeaker di kelasku, itu tandanya berakhirlah jam pelajaran yang melelahkan ini. Siang tadi, aku tak segera pulang menuju tempat kos ku di Jalan Madura no. 55 Jember. Aku menunggu temanku yang bernama Hanif. Jangan salah, dia cewek. Gadis berkerudung dan juga berparas cantik ini rupanya sedang gelisah dengan suatu hal. Aigo, ternyata jerseynya kebesaran.
         Hanif masih berbincang-bincang, aku menunggumu niiip.
         Duduk di tangga. Sendiri. Aku menyeberang dengan Hanif membeli cappuccino-jelly di depan Indomaret SMAN 1 Jember. Setelah itu, kami pun berjalan kaki ke kosanku kurang lebih jaraknya 500 meter.
         Oh ya, sore tadi kelasku+XI IS 1+XI IS 2 = satu tim sepakbola IPS (karena cowoknya dikit .-.) nah maka dari itu Hanif mampir ke kosan ku dan aku pun segera shalat dan mandi. Ada insiden dengan pak Sigit, tentang viewer. Ah sudahlah...
         Pukul 3 PM, aku dan Hanif berjalan menuju sekolah untuk bersama-sama dengan teman kelas X-IIS menonton pertandingan kelas IPS vs X-MIA 2. Nggak ada motor. Kami pun nebeng mobilnya Nabila Cholida menuju lapangan Secaba 509, sedangkan yang lain sudah berangkat terlebih dahulu. Kami diantar pak supir menuju tempat pertandingan tersebut, tetapi pak supir tidak tau persis diman letak pertandingan LIGAS (Liga Smasa). Hanif menelepon Nabila sedangkan pak supir bertanya ke anak kecil yang entah aku kurang tau itu siapa.
         Telfon diangkat. Terdengar suara tetapi hanya “halloooo...hallo” . akhirnya telepon Siwi, alhamdulillah. Akhirnya pak supir mengantar kami ke tempat pertandingan tersebut.
         Suasana terlihat ramai. Banyak aku dengar suara-suara supporter berteriak menunjukkan loyalitas terhadap kelasnya. Bunyi terompet juga tidak kalah bersahut-sahutan. Ada juga supporter yang memakai bando bertuliskan nama pemain. Nyemangatin apa modus tuh/? Butuh waktu lumayan lama menunggu pertandingan jam pertama. Di sela-sela aku menunggu giliran tim bertanding, ku sempatkan waktu untuk bereksis ria. Berjalan ngalor-ngidul, tanpa arah layaknya orang galau. Entahlah kali ini semoga firasatku benar.
         Aku melihat para pemain kelas IPS maupun X-MIA 2 sudah turun ke lapangan. Aku, kami, mengumpulkan segenap tenaga untuk menyemangati tim. Tak terbendung sudah berapa yel-yel yang kami teriakkan. Mulai dari kereta malam hingga meneriaki “joneeeeeess semangat ‘-‘) tak kalah heboh juga dengan adanya dua drum untuk lebih menyemangati pemain dan dua bendera besar berwarna merah-kuning. Bahkan banyak dari kami yang membawa pom-pon merah kuning dan bandana bertuliskan SOCIAL dan IPS dengan warna merah. Unik?
         Finally, skor 5-0. Aku senang. Kami senang. Tapi pertandingan belum berakhir. Tim kesebelasan IPS akan melawan tim kesebelasan X-MIA 2 hari kamis esok. Semoga keberuntungan selalu ada di pihak kami. Amiin. Hari mulai gelap, kira-kira pukul 5:30 PM. Aku pulang diantar oleh supirnya Nabila (lagi) dan sampai kosan dengan selamat, alhamdulillah.
         Sampai di kosan, capek. Nggak enak badan, kaki lelah dan aku sedih. Besok ulangan harian pertama KWU, materinya Kreatif dan Inovatif. Cukup sekian yaaaa... makasih


Biarlah yang penting nulis, biarpun tulisan ini masuk kategori jelek karena minim foto tapi cerita panjang lebar. Mohon dimaklumi karena lupa bawa charger T.T

Secaba. Topassmasa
postingan ini sebenarnya dibuat tadi malam. Tapi tadi malam ngantuk berat dan belajar KWU hehe. yang penting posting deh

Monday, 30 December 2013

Goodbye 2013, Welcome 2014

Tahun 2013 ini merupakan tahun yang sangat indah buat gue. Banyak sejarah-sejarah manis dalam kehidupan gue yang memang mungkin susah untuk dilupakan. Gue berharap sejarah-sejarah dalam hidup gue/kesuksesan-kesuksesan kecil yang pernah gue raih di tahun 2013 ini dapat menjadi cerminan untuk melangkah kedepannya untuk tidak terlena dengan waktu dan dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin, menjadi manusia yang lebih dapat bertanggung jawab, dan masih banyak lagi harapan-harapan gue di tahun 2014.

Momen-momen indah yang pernah gue lalui di tahun 2013 ini sebagai siswa yaa bisa dibilang mengesankan dan masih membekas di otak dan kadang masih suka flashback.

1.      Kelas 9
Masa-masa paling indah buat gue selain kelas 8 ya kelas 9. Kelas 9 itu lagi sibuk-sibuknya nyiapin ini ituuuu.. hal yang bikin gue empet yaitu kudu nyiapin mental baja untuk menyelesaikan soal-soal semacam mid semester, UAS, try out, ujian praktek dan... UNAS! Iya UNAS. Makhluk bernama UNAS ini sungguh tidak pengertian sama sekali -_- kebayang gimana susahnya mengatur waktu untuk mempersiapkan apa yang harus disiapin, belajar misalnya.. Gue jujur paling males belajar, tapi yang namanya belajar itu menurut gue ya sebagai kewajiban kita sebagai siswa cerdas bermartabat . Gue inget nilai try out gue ngga bagus-bagus amat, paling bagus seinget gue sih Matematika hahaha. Nah kelas 9 ini memorable banget deh XD

Monday, 23 December 2013

Impian. Sejauh itukah?

Alhamdulillah masih dianugerahi oleh Allah hidup yang penuh karunia-Nya. Malam ini 23:53 (Sabtu malam, red) nggak bisa banget mata merem, yaudah deh jari-jari ini pun menari-nari diatas keyboard laptop unyu Acer Aspire 4739 :D nggak bisa tidur gara-gara tadi pagi (Sabtu, red) ayah ngambil rapor di sekolah. Pastinya dagdigdug lihat hasil belajarku selama satu semester ini (tadi bolos, jangan dicontoh ya teman-teman .-.v) hasilnya itu kaya mahasiswa-mahasiswa gitu deh, pake IP. Sempet nggak paham sama nilainya dan perasaan datar-datar aja setelah baca nilai rapornya. Iyaaa lumayan lah.
Tapi aku merasanya belajar selama sesemester ini nggak maksimal. Ini gara-gara culture shock yang aku alami dalam masa-masa awal masuk SMA, beda banget cara belajarnya dengan SMP.  Ibarat SMP itu masih bocah lima tahun yang makan disuapin, jadi materi apapun itu diberi dan soal ujiannya pun nggak jauh-jauh dari apa yang disampaikan guru (tergantung gurunya juga sih). Di SMA udah beda. Banget. Jauh. Apa-apa harus mandiri, materi cari sendiri ya gurunya masih nerangin juga sih tapi harus menambah bacaan lagi dan mencari referensi-referensi di internet. Tugas-presentasi-ujian-tugas-presentasi-ujian gitu aja teruuus :3
Sampai detik ini aku bersyukur banget bisa merasakan rasanya sekolah di SMA yang aku impi-impikan sejak kelas 7 SMP alhamdulillah dengan “tangan” Tuhan aku bisa menjalani segala ujian-ujianku selama di SMP. Rasanya emang berat banget, capek. Berdoalah kepada Tuhan yang memberi kamu kehidupan dan dengan “tangan” Tuhan jugalah Dia akan menjawab “iya” untuk segola doa dan pengharapanmu. Percayalah itu.

Monday, 7 October 2013

CORETANKU


Gelap. Pengap. Sesak. Tangis. Hambar. Penat. Mungkin kata-kata itu yang menggambarkan hidupku saat ini. Banyak sekali pertanyaan dalam diriku yang masih banyak dan tak kunjung ada jawab bagi pertanyaanku ini.
Kenapa? Tuhan.. Kenapa harus seperti ini?
Kenapa hidup saya seperti ini?
Apa Tuhan mempunyai tujuan lain untuk hidupku ini? Tetapi Tuhan, saya hanya gadis polos nan lugu yang masih belum banyak mengerti tentang hidup ini. Perjalanan hidup yang akan panjang dan akan lewati itu detik demi detik, menit demi menit, bahkan tahun demi tahun. Perjalanan ini masih belum berakhir dan entah kapan perjalanan hidup yang melelahkan ini akan berakhir kelak. Perjalanan hidup selayaknya aliran air sungai yang pada akhirnya mencari tempat terakhir singgahnya mereka, bermuara di samudera luas nan tenang dan damai. Tetapi hidup tidak seperti air dengan mudahnya menembus halangan dan rintangan di depan mereka, mereka dengan mudah melewati bebatuan besar dihadapannya untuk terus berjalan lurus.
Tidak kenyataan dengan hidup ini. Sangatlah berbeda. Dalam hidup setiap makhluk ciptaan Tuhan yang berakal pasti pernah merasakan suka duka, halangan dan rintangan. Semuanya tentulah tidak mudah bilamana pernah terfikirkan rasa menyerah untuk hidup dan membiarkannya berjalan begitu saja laksana air mengalir. Apakah akan terus meneruskan hidup ini seperti air yang mengalir?