Showing posts with label Sekolah Punya Cerita. Show all posts
Showing posts with label Sekolah Punya Cerita. Show all posts

Wednesday, 3 December 2014

Lagu Nasional Indonesia Paling Menyeramkan

Alkisah di suatu hari, seorang gadis, sebut saja namanya Firdausa sedang berjalan menyusuri jalan beraspal. Ia sangat kelelahan, bisa dilihat dari peluh yang mengucur deras dari wajahnya. Tes.. Tes.. Peluh itu berjatuhan, ia mengelap wajahnya dengan tissue disaku yang ia punya.

Sampai setengah jalan, Firdausa mendengar sebuah lagu...

Padamu negeri~~ kami  berjanji~~~

Ia terlihat takut, harap - harap cemas.

Padamu negeri~~ kami berbakti~~

Ia mempercepat langkah kakinya dan berdoa tidak ada sesuatu yang buruk terjadi.

Padamu negeri~~ kami mengabdi~~
Bagimu negeri~~  jiwa raga kami~~

Monday, 3 November 2014

Hope and Dream

1. I am hoping for studying Japanese Literature in Japan.
2. I hope that My Mom (my family) always have a good health, longlife, and pay for my school fee.
3. I hope to travell all around the world or just Southeast Asia region 5 years again.
4. I hope I can have enough time to sleep.

Sunday, 23 March 2014

Kezeea and Her Artwork

I want to tell you about my deskmate. Her name is Kezia Citra Puspita Setjo. Dia udah umur 17, tapi jangan salah, wajahnya nggak kaya umur 17 malah :3 Baru aja tanggal 3 Maret Keke, sapaan akrabnya di kelas—merayakan sweet seventeennya di Hotel Aston Jember. Seringnya Keke dipanggil ‘mbak ganteng’ di komunitasnya (Aliansi Otaku Jember) , dipikir-pikir bener juga sih. Nggak percaya? Nih..

gimana? ganteng apa cantik? hehe

Thursday, 20 March 2014

Free Time

Halo berjumpa lagi dengan pemilik blog ini, setelah lama nggak posting gara-gara banyak tugas. Maafkan akuh yaa (alasan mulu ah lo nyet—“) Oke, di malam Jum'at ini gue lagi ketawa nggak jelas di kamar. Sendirian. Iya sendirian. Huft.. Itu semua karena abis baca postingan bejat-nya bang Siluman Capung or well known as Yoga Cahya Putrrrrra. (ini bukan typo, emang sengaja nulis gitu. Maafkan aku kakak /.\ )
         Mulai tanggal 17 Maret kemarin, gue libur sekolah gara-gara anak kelas 12 TO kabupaten *drumroll*. Tapi the kampret things itu, tepatnya Kamis 20 Maret 2014 dan Sabtu 29 Maret sekolah malah masuk. Sebagai pelajar yang baik, rajin, dan tentunya rajin menabung, gue masuk sekolah dong. Dengan mata yang dipaksain melek dan jiwa yang masih belum sepenuhnya terkumpul, gue mandi-sholat-pake seragam almamater-sarapan-berangkat sekolah. IYA GUE BERANGKAT SEKOLAHNYA JAM 5!

Sunday, 9 March 2014

[When I Was At JHS 2010 - 2013] 4 GURU FAVORIT SMP

          Hola ^^ masa putih biru-biru sampai detik ini masih terngiang-ngiang di otak gue. Entah di SMA belum bener ngerasain momen-momen unforgotable yang seindah masa JHS, entar kuliah juga kangen masa putih abu-abu :’( di SMP gue ada beberapa guru yang ‘nyentrik’ dan guru-guru favorit dan itu adalah *jengjeng*
Guru TerIslami
Beliau adalah Ibu Eni Luthfiana, mengajar mapel Matematika di kelas 8 dan kelas 9. Beuh nggak bosen deh kalo yang ngajar bu Luthfi, Matematika, yang katanya pelajaran paling nyebelin- 2 jam bisa nggak terasa. Soalnya yanh emang gitu, asyik. Kenapa Ibu Eni Luthfiana ini dinobatin guru terIslami, versi gue? Karena seragam yang beliau kenakan setiap mengajar tuh Islami banget, yah untungnya sih beliau kalo ngajar nggak pake cadar :D

Guru ‘Sahabat Koran’
Wuehehe entah ini namanya kok.. (?) guru ini enak banget hidupnya, pas masuk kelas gue enak aja nyuruh anak sekelas ngerjakan LKS sedangkan beliau di luar baca koran sambil mengepulkan asap rokok. Gue enjoy aja sih sama guru tipe beginian, soalnya sekelas bisa rame ahaha. MERDEKA TJOY

Guru Gaul

Thursday, 13 February 2014

Sekolah, Kurikulum, dan Impian

SMAN 1 Jember, tampak depan.
Apa yang ada dipikiran kalian tentang sekolah?
Tempat yang harus kita tuju setiap pagi dalam 6 hari seminggu berangkat dalam keadaan ngantuk dan pagi-pagi buta?
Tempat terasyik membangun cita dan cinta?
Atau hanya tempat buat numpang popularitas bagi sebagian siswa?
Oke. Menurut gue, sekolah itu ya tempat pelajar-pelajar menuntut ilmu yang bermanfaat banget terutama bagi diri sendiri. Syukur-syukur kalo ilmunya juga bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa. Sekolah bukan hanya sekedar menuntut ilmu alam, ilmu sosial, dan ilmu agama. Tetapi juga belajar tentang arti bagaimana bersosialisasi, beradaptasi, dan bagaimana seharusnya menjalani hidup. Bersosialisasi disini bukan hanya dengan teman sekelas saja, melainkan dengan teman-teman di kelas lain. Hal yang paling susah itu beradaptasi, cara kita bagaimana dengan cepat menyesuaikan lingkungan sekolah dengan suasana baru yang berbeda dengan SMP. Ada orang yang sangat cepat beradaptasi, tapi gue beda banget. Gue orangnya susah beradaptasi, bahkan dengan teman sekelas. Lebih banyak diemnya daripada ngomongnya. Tapi itu dulu, sekarang nggak lagi dong J di sekolah kita dididik untuk menjadi manusia yang religius, patuh terhadap orangtua dan guru-guru/dosen, mengamalkan Pancasila dan UUD 1945. Let’s do the best!
Seharusnya kita semua layak bersyukur karena diberi kesempatan untuk bersekolah. Bayangkan anak-anak yang terlantar gara-gara nggak sekolah, mungkin alasan klasiknya nggak ada biaya. Mereka ada yang mencari tumput gajah untuk pakan ternaknya, mengamen, dan lain-lain. Miris. Kasihan.

Wednesday, 29 January 2014

LIGA SMASA 2014

         Di  sela-sela jam pelajaran terakhir, ESP, ku buka halaman per halaman novel tebal yang baru saja aku pinjam dari perpustakaan sekolah. Sampulnya berwarna coklat, karya A. Fuadi, “Negeri 5 Menara”. Ku baca dengan sangat antusias sekali.
         Aku mulai kegerahan. Tapi dua kipas angin yang terpasang di atap langit kelasku seolah tak mampu menyejukkan suasana maupun badanku. Aku tutup novel tersebut dan menoleh ke arah jam dinding berbentuk bulat berwarna putih itu. Jarum jam masih menunjukkan pukul 12:00. Ah, jam pelajaran terakhir ini yang membuat saya harus menahan kantuk luar biasa hebatnya. Ekonomi.
         Dari arah kaca kelas, aku melihat seorang berjalan menuju ke arah kelasku, X-Social. Usianya mungkin sudah lebih dari 50 tahun, memakai kerudung putih yang disematkan bros, berkacamata, jalannya agak pelan. Sejurus kemudian, beliau masuk ke kelas dan memberi salam. Salah seorang teman saya, Aditya R.P, mengambil viewer ke ruang multimedia untuk presentasi kelompok 1 tanpa disuruh lagi. Kebetulan, aku dan kawan-kawan kebagian mempresentasikan materi tentang BANK. Alhamdulillah, presentasi berjalan dengan lancar dan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaannya.
         Tak terasa lagu Bangun Pemudi-Pemuda terdengar dari loudspeaker di kelasku, itu tandanya berakhirlah jam pelajaran yang melelahkan ini. Siang tadi, aku tak segera pulang menuju tempat kos ku di Jalan Madura no. 55 Jember. Aku menunggu temanku yang bernama Hanif. Jangan salah, dia cewek. Gadis berkerudung dan juga berparas cantik ini rupanya sedang gelisah dengan suatu hal. Aigo, ternyata jerseynya kebesaran.
         Hanif masih berbincang-bincang, aku menunggumu niiip.
         Duduk di tangga. Sendiri. Aku menyeberang dengan Hanif membeli cappuccino-jelly di depan Indomaret SMAN 1 Jember. Setelah itu, kami pun berjalan kaki ke kosanku kurang lebih jaraknya 500 meter.
         Oh ya, sore tadi kelasku+XI IS 1+XI IS 2 = satu tim sepakbola IPS (karena cowoknya dikit .-.) nah maka dari itu Hanif mampir ke kosan ku dan aku pun segera shalat dan mandi. Ada insiden dengan pak Sigit, tentang viewer. Ah sudahlah...
         Pukul 3 PM, aku dan Hanif berjalan menuju sekolah untuk bersama-sama dengan teman kelas X-IIS menonton pertandingan kelas IPS vs X-MIA 2. Nggak ada motor. Kami pun nebeng mobilnya Nabila Cholida menuju lapangan Secaba 509, sedangkan yang lain sudah berangkat terlebih dahulu. Kami diantar pak supir menuju tempat pertandingan tersebut, tetapi pak supir tidak tau persis diman letak pertandingan LIGAS (Liga Smasa). Hanif menelepon Nabila sedangkan pak supir bertanya ke anak kecil yang entah aku kurang tau itu siapa.
         Telfon diangkat. Terdengar suara tetapi hanya “halloooo...hallo” . akhirnya telepon Siwi, alhamdulillah. Akhirnya pak supir mengantar kami ke tempat pertandingan tersebut.
         Suasana terlihat ramai. Banyak aku dengar suara-suara supporter berteriak menunjukkan loyalitas terhadap kelasnya. Bunyi terompet juga tidak kalah bersahut-sahutan. Ada juga supporter yang memakai bando bertuliskan nama pemain. Nyemangatin apa modus tuh/? Butuh waktu lumayan lama menunggu pertandingan jam pertama. Di sela-sela aku menunggu giliran tim bertanding, ku sempatkan waktu untuk bereksis ria. Berjalan ngalor-ngidul, tanpa arah layaknya orang galau. Entahlah kali ini semoga firasatku benar.
         Aku melihat para pemain kelas IPS maupun X-MIA 2 sudah turun ke lapangan. Aku, kami, mengumpulkan segenap tenaga untuk menyemangati tim. Tak terbendung sudah berapa yel-yel yang kami teriakkan. Mulai dari kereta malam hingga meneriaki “joneeeeeess semangat ‘-‘) tak kalah heboh juga dengan adanya dua drum untuk lebih menyemangati pemain dan dua bendera besar berwarna merah-kuning. Bahkan banyak dari kami yang membawa pom-pon merah kuning dan bandana bertuliskan SOCIAL dan IPS dengan warna merah. Unik?
         Finally, skor 5-0. Aku senang. Kami senang. Tapi pertandingan belum berakhir. Tim kesebelasan IPS akan melawan tim kesebelasan X-MIA 2 hari kamis esok. Semoga keberuntungan selalu ada di pihak kami. Amiin. Hari mulai gelap, kira-kira pukul 5:30 PM. Aku pulang diantar oleh supirnya Nabila (lagi) dan sampai kosan dengan selamat, alhamdulillah.
         Sampai di kosan, capek. Nggak enak badan, kaki lelah dan aku sedih. Besok ulangan harian pertama KWU, materinya Kreatif dan Inovatif. Cukup sekian yaaaa... makasih


Biarlah yang penting nulis, biarpun tulisan ini masuk kategori jelek karena minim foto tapi cerita panjang lebar. Mohon dimaklumi karena lupa bawa charger T.T

Secaba. Topassmasa
postingan ini sebenarnya dibuat tadi malam. Tapi tadi malam ngantuk berat dan belajar KWU hehe. yang penting posting deh

Monday, 23 December 2013

Impian. Sejauh itukah?

Alhamdulillah masih dianugerahi oleh Allah hidup yang penuh karunia-Nya. Malam ini 23:53 (Sabtu malam, red) nggak bisa banget mata merem, yaudah deh jari-jari ini pun menari-nari diatas keyboard laptop unyu Acer Aspire 4739 :D nggak bisa tidur gara-gara tadi pagi (Sabtu, red) ayah ngambil rapor di sekolah. Pastinya dagdigdug lihat hasil belajarku selama satu semester ini (tadi bolos, jangan dicontoh ya teman-teman .-.v) hasilnya itu kaya mahasiswa-mahasiswa gitu deh, pake IP. Sempet nggak paham sama nilainya dan perasaan datar-datar aja setelah baca nilai rapornya. Iyaaa lumayan lah.
Tapi aku merasanya belajar selama sesemester ini nggak maksimal. Ini gara-gara culture shock yang aku alami dalam masa-masa awal masuk SMA, beda banget cara belajarnya dengan SMP.  Ibarat SMP itu masih bocah lima tahun yang makan disuapin, jadi materi apapun itu diberi dan soal ujiannya pun nggak jauh-jauh dari apa yang disampaikan guru (tergantung gurunya juga sih). Di SMA udah beda. Banget. Jauh. Apa-apa harus mandiri, materi cari sendiri ya gurunya masih nerangin juga sih tapi harus menambah bacaan lagi dan mencari referensi-referensi di internet. Tugas-presentasi-ujian-tugas-presentasi-ujian gitu aja teruuus :3
Sampai detik ini aku bersyukur banget bisa merasakan rasanya sekolah di SMA yang aku impi-impikan sejak kelas 7 SMP alhamdulillah dengan “tangan” Tuhan aku bisa menjalani segala ujian-ujianku selama di SMP. Rasanya emang berat banget, capek. Berdoalah kepada Tuhan yang memberi kamu kehidupan dan dengan “tangan” Tuhan jugalah Dia akan menjawab “iya” untuk segola doa dan pengharapanmu. Percayalah itu.

Saturday, 7 December 2013

4 TIPE PELAJAR MENGERJAKAN SOAL UAS



UAS adalah Ujian Akhir Semester yang diadain setiap akhir semester. *yaiyalah* UAS seringkali seperti momok setiap pelajar, termasuk gue. Gue ngrasain sedihnya detik-detik menjelang UAS tuh banyaaaaak banget tugas, parah. Apalagi tuh kerja kelompok bikin ppt, presentasi dan segala macamnya fiuuuh berasa otak gue mau meledak kayaknye :v *dorr* hayooo siapa disini yang senasib kaya gue? Gue pernah berharap tuh UAS di skip aja langsung liburan gitu, tapi sayangnya UAS selalu ga peka. Gue sabarin aja ngadepin UAS dan akhirnya gue udah ngejalanin UAS seminggu tralalaaaaa yey UAS udah selesaiiiii ;3 *tebar bunga mawar* lama banget ga nulis nih gara-gara sibuk persiapan buat UAS mulai hari Jum’at yang lalu. Fuih lega pemirsaaah wkwk. #CURHAT Gimana nih UASnya udah selese belom? Disini gue bakal ngeshare kelakuan pelajar-pelajar saat UAS, cekidot!
1.     Nyontek
Kalo ini nih kayanya sesuatu yang lumrah banget terjadi dikalangan pelajar Indonesia mulai dari tingkatan PAUD, TK, SD, SMP, SMA, bahkan kuliah. Nyonteknya nih macem-macem, ada yang sebelum ujian tuh malemnya udah siapan fotokopi materi yang udah diperkecil 75% dilipet taruh sepatu. Hihihi bau tuh kertasnye, kasian juga tuh kertas ditaruh sepatu yaa wahahaa
2.     Tanya Temen
Ini masih tahap wajar, iya kalo nanyanya 2 soal atau 3 soal gitu ke temennya. Yang parah banget nanyanya nomer 1-7, 11-15, 22-30, 41-47 busyet dah -__- itu mah gaada bedanya sama preman yang malakin di pasar-pasar .-.v
3.     Gak Sengaja Liat Jawaban Temen
Orang yang lagi bingung-bingungnya nyari jawaban ga nemu-nemu tuh pusingnya 7 keliling :v tapi disaat ga sengaja liat jawaban tuh wiiih anggep aja tuh bantuan langsung dari Tuhan yang udah dengerin doa-doa kita
4.     Ngerjain Sendiri
Tipe pelajar yang ngerjain UAS sendiri tuh jenisnya cuma ada 2, kalo ga pinter banget ya pasrah. Pelajar yang ngerjain soal UAS sendiri dan keluar ruangan duluan tuh mungkin udah belajar jauh-jauh hari sehingga pas UAS tuh berasanya bisa semua.

Hayooo kalian termasuk tipe yang mana nih?