Showing posts with label Inspiration. Show all posts
Showing posts with label Inspiration. Show all posts

Monday, 23 February 2015

Bundesrepublik Deutchland : Overseas Teacher and My Dream



Today, there's a teacher (or volunteer) who tell us about her hometown, Münster-Deutchland. She came to Indonesia to study Bahasa Indonesia under the auspices of AIESEC. According to Wikipedia, AIESEC is an international non-govermental not-for-profit organization that provides young people with leadership development and cross-cultural global internship and volunteer exchange experiences across the globe, with a focus to empower young people so they can make a positive impact on society. So, after they back home, there are more value for them that can't be explained and very useful for their social life, interaction with locals, learn become a leader.

The teacher's name is Teressa. Miss Teressa do her presentation about Bundesrepublik Deutchland or Germany (Hamburg, Berlin, Bayern, Brandenburg, Hessen, Saarland, etc), top 5 hobbies (cycling, game, shopping, go to party, playing sudoku), animals in Germany (deers, squirel, rabbit, etc), the difference beetween North and South, and many more. Unfortunately, I can't remember any details from her presentation. Sorry mate~~ But, it was so fun.

After she finished her presentation, finally, Q & A session!

Me : what is the best way to explore Deutchland except cycling?
Her : for study or holiday?
Me : study
Her : I think you better choose Netherland was wes wos wes... you can go to another city in Europe by subway easily.

Damar : how is Jewish reaction after Adolf Hitler do that (at world war II)? (no, I'm not racist btw)
Her : the town atmosphere were condusive and we keep respect to the others, because Deutchland is a country with religion diversity, culture.

Nabila : how we can get Germany scholarship because it's to difficult to browse it?
Her : I don't know

Ira : Can you speak a little of Deutch?
Her : was wes wos wes wos... (not understand, sorry)

Sage : Do you know Jember Fashion Carnival?
Her : I don't really know, but it's like parade held on August, right? In Münster, some little girl dress up beautifully to go to carnival.

And I was so happy Miss Teressa sang a Deutchland's folk song. But, the sadness clearly painted on her eyes. She told us that sometimes she shy to born in Deutchland. It's about Adolf Hitler, which sparked Nazism. He also spread world war and over millions people died.

Sunday, 23 March 2014

Story of An Old Woman

        Dia, wanita tua yang malang, mengisahkan secuil hidupnya kepadaku. Sontak saja aku kaget, kemudian tersenyum simpul kepada wanita tua yang malang itu. Terkadang, berbagi cerita kepada orang lain merupakan hal yang susah dilakukan oleh sebagian dari kita. Jangankan oranglain, berbagi cerita kepada teman sekelas saja merasa enggan.
        Kejadian ini bermula ketika aku naik angkot jurusan Tanggul pada Sabtu sore beberapa minggu yang lalu. Dengan sigap, aku memilih tempat duduk terdepan di angkot itu, ya tepat di belakang sopir.
        Di sebelahku duduk seorang wanita berkerudung coklat yang sudah senja, sangat senja. Rona mukanya tak lagi terpancar kebahagiaan, yang aku lihat hanya segunung derita yang terpancar darinya. Sedikit-sedikit aku melihat wanita tua berkerudung coklat itu mengusap air matanya. Dia terlihat membawa kotak amal dan sebuah karung beras. Mataku celingukan ke bawah, dia memakai sandal jepit yang usang.

Sunday, 2 February 2014

Mangkok


        Apa yang kamu ketahui tentang mangkok? Ya, cekung, bundar, bagian permukaannya lebih luas daripada bagian alasnya, terbuat dari porselen atau bahan lain, tempat untuk makanan berkuah. Mangkok sangat mudah untuk kita jumpai, di rumah kita pun pasti ada benda bernama mangkok ini.
         Sebagai umat manusia, kita sudah pasti tentu pernah mencicipi pahit manisnya kehidupan. Saya pikir, tidak seorang pun manusia yang hidupnya mulus-mulus saja. BIG NO! Apa yang dia inginkan, tercapai dengan instan. Tanpa ada makna perjuangan yang dirasakannya.
         Let me tell you my dear friend, life is not just ‘whatever with tomorrow’.

Wednesday, 29 January 2014

Keinginan dan Kebutuhan


Sebagai umat manusia, kita pasti punya keinginan-keinginan mendasar yang ada dalam lubuk hati masing-masing. Mulai keinginan yang teramat sederhana bahkan luarbiasa. Contoh: menginginkan tas sekolah yang ‘wah’ , ingin iPhone 5, ingin punya mobil mewah dan lain sebagainya. Tidak salah, karena manusia sejatinya memang dilahirkan untuk mempunyai rasa ‘ingin’. Apalagi saat ini, sangat banyak beredar di media massa (televisi), media cetak (koran, majalah, tabloid), bahkan spanduk yang terpampang besar di pinggiran jalan raya yang sarat akan keramaian lalu lalang kendaraan.
Tak hanya itu, produsen barang-barang tersebut semakin cerdik mengiklankan produknya dengan bahasa yang dahsyat, seolah-olah barang tersebut layak untuk dibeli dan juga di televisi misalnya, kita pasti disuguhi iklan produk dengan penampilan prima. Tujuannya: memikat hati pemirsa. Apalagi iklan sangat ampuh untuk membuat produk menjadi lebih dikenal masyarakat umum dan target pasar dapat ditempuh.
Oleh sebab itu, banyak dari kalangan masyarakat mulai dari kalangan atas hingga kalangan bawah berlomba-lomba menuruti keinginan demi gengsi.

Monday, 6 January 2014

Berbicara Tentang Masa Depan

          Terlihat di atap-atap langit semburat jingga membara hingga ke pelosok dunia sana, kini, sang mentari pun kembali ke peraduannya untuk beristirahat sejenak. Kemudian, perlahan tapi pasti, terlihat sesosok bulatan kuning emas di langit jingga sedang berjalan menampakkan dirinya. Sekarang ia tidak sendirian karena berteman ribuan kilauan cahaya putih cemerlang bertaburan di atas langit kelam. Sungguh, semesta indah.
          Berbicara tentang masa depan, saya yakin, setiap individu pasti tidak mungkin ingin dilahirkan dengan keadaan kekurangan, baik itu kekurangan materi, kekurangan kesehatan, dan kekurangan-kekurangan lain yang membuat ia merasa dikucilkan dalam dunia ini. Kekurangan dalam hal materi misalnya, seorang anak yang katakanlah sekolah di sekolah terfavorit di kotanya, ia merasa minder karena teman-temannya setiap pagi diantarkan oleh orangtua/supir dengan mobil, memiliki gadget-gadget terbaru dan super keren, berpenampilan ‘wow’ yang malah tidak seharusnya mereka berdandan seperti itu. Anak ini ingin berkumpul dengan sekolompok anak yang menurutnya paling kece di kelas, tetapi ia tidak diterima karena tidak selevel dengan mereka. Akhirnya? Apa yang anak ini lakukan untuk diterima di komunitas tersebut? Kemungkinan besar, ia akan meminta barang-barang mahal kepada orangtuanya yang sebenarnya toh barang ini bukan barang primer yang amat sangat dibutuhkan. Si anak akan rela menyodori orangtua dengan tabloid-tabloid gadget terbaru atau berbagai tas branded. Ia akan berusaha untuk diterima di komunitas yang katanya kece tersebut. Got my point?

Monday, 23 December 2013

Impian. Sejauh itukah?

Alhamdulillah masih dianugerahi oleh Allah hidup yang penuh karunia-Nya. Malam ini 23:53 (Sabtu malam, red) nggak bisa banget mata merem, yaudah deh jari-jari ini pun menari-nari diatas keyboard laptop unyu Acer Aspire 4739 :D nggak bisa tidur gara-gara tadi pagi (Sabtu, red) ayah ngambil rapor di sekolah. Pastinya dagdigdug lihat hasil belajarku selama satu semester ini (tadi bolos, jangan dicontoh ya teman-teman .-.v) hasilnya itu kaya mahasiswa-mahasiswa gitu deh, pake IP. Sempet nggak paham sama nilainya dan perasaan datar-datar aja setelah baca nilai rapornya. Iyaaa lumayan lah.
Tapi aku merasanya belajar selama sesemester ini nggak maksimal. Ini gara-gara culture shock yang aku alami dalam masa-masa awal masuk SMA, beda banget cara belajarnya dengan SMP.  Ibarat SMP itu masih bocah lima tahun yang makan disuapin, jadi materi apapun itu diberi dan soal ujiannya pun nggak jauh-jauh dari apa yang disampaikan guru (tergantung gurunya juga sih). Di SMA udah beda. Banget. Jauh. Apa-apa harus mandiri, materi cari sendiri ya gurunya masih nerangin juga sih tapi harus menambah bacaan lagi dan mencari referensi-referensi di internet. Tugas-presentasi-ujian-tugas-presentasi-ujian gitu aja teruuus :3
Sampai detik ini aku bersyukur banget bisa merasakan rasanya sekolah di SMA yang aku impi-impikan sejak kelas 7 SMP alhamdulillah dengan “tangan” Tuhan aku bisa menjalani segala ujian-ujianku selama di SMP. Rasanya emang berat banget, capek. Berdoalah kepada Tuhan yang memberi kamu kehidupan dan dengan “tangan” Tuhan jugalah Dia akan menjawab “iya” untuk segola doa dan pengharapanmu. Percayalah itu.

Monday, 4 November 2013

Belajar



Aku mulai lelah. Lelah dengan semua rutinitasku. Bukan, ini bukan rintihan tangis seorang pelajar putih abu-abu yang sedang bersemangat mengejar mimpi-mimpinya. Bukan juga jeritan tawa pelajar. Ku harap kalian bisa mengerti apa yang aku rasakan dan aku ajak kalian untuk memahami ini. Dunia pelajar. Kalian pasti pernah merasakan hal yang sama denganku.
Dunia pelajar bagaikan bumi tempat berpijak dengan segala macam aktivitas pelajar diatasnya. Dunia dimana bisa mengenal orang-orang baru, mengenal teman-teman baru, belajar mengerti apa sesungguhnya kehidupan, dan memahami arti penting persahabatan. Dunia pelajar adalah tempat terindah bagi pelajar untuk menggapai segala mimpi-mimpinya, tentu saja dengan belajar sepenuh hati dengan tulus ikhlas, dilandasi ego yang tinggi untuk menggapai prestasi tertinggi, bersaing dengan kawan sendiri, bertempur di medan perang dan akhirnya dengan disertai doa yang dipanjatkan itulah pelajar benar-benar telah berhasil mewujudkan dirinya menjadi pribadi yang di cintai Tuhan dan menjadi pelajar yang sukses, tentunya. Pelajar, sesuai dengan namanya, tugasnya adalah belajar. Iya, belajar. Tetapi belajar yang efektif dan bukan belajar melulu setiap hari dengan mengabaikan perintah Tuhan dan perintah orangtua.